Call Center 0231 206330
Waspada Diare Pada Anak !
Waspada Diare Pada Anak !

Diare merupakan salah satu masalah kesehatan terbesar masyarakat Indonesia. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan RI pada tahun 2007, diare menduduki peringkat ke-13 penyebab kematian semua umur dengan proporsi sebesar 3,5 persen. Sedangkan berdasarkan kategori penyakit menular, diare menduduki urutan ke-3 penyebab kematian setelah Pneumonia dan TBC. Dari data tersebut, golongan usia yang paling banyak mengalami diare adalah balita dengan prevalensi sebesar 16,7 persen.

Diare bisa berdampak fatal apabila penderita mengalami dehidrasi akibat kehilangan banyak cairan dari tubuh. Oleh sebab itu diare tidak boleh dianggap enteng walaupun kondisi ini umum terjadi.

APA ITU DIARE?

Diare merupakan kondisi yang ditandai dengan encernya tinja yang dikeluarkan dengan frekuensi buang air besar (BAB) yang lebih sering dibandingkan dengan biasanya. Pada umumnya, diare terjadi akibat konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri, virus, atau parasit. Biasanya diare hanya berlangsung beberapa hari, namun pada sebagian kasus memanjang hingga berminggu-minggu.

FAKTOR PENYEBAB DIARE

Penyebab diare pada anak-anak adalah infeksi usus. Infeksi usus bisa terjadi ketika anak mengonsumsi makanan atau minuman yang kotor dan terkontaminasi. Mikroorganisme yang sering menyebabkan infeksi usus adalah bakteri, parasit, dan virus seperti norovirus dan rotavirus.

GEJALA DIARE

Gejala diare berbeda-beda, ada yang hanya mengalami sakit perut singkat dengan tinja yang tidak terlalu encer hingga ada juga yang mengalami kram perut dengan tinja yang sangat encer. Biasanya diare jangka panjang membuat penderita kerap merasa ingin buang air besar.

Beberapa gejala diare lainnya adalah:

        1. Hilangnya nafsu makan

        2. Sakit kepala

        3. Mual

        4. Muntah

Pada anak-anak, diare umumnya berlangsung sekitar lima hari sampai seminggu. Jika lebih lama dari waktu tersebut atau diare mereka disertai muntah, ada darah pada tinja, dan mencret parah, segera periksakan anak ke dokter. Pemeriksaan dokter juga perlu segera dilakukan apabila anak (terutama bayi) buang air besar enam kali atau lebih sering dalam sehari.

DEHIDRASI SEBAGAI DAMPAK DARI DIARE

Pada anak-anak, gejala dehidrasi meliputi rewel atau cepat mengantuk dan kondisi tubuh menurun. Selain itu, anak menjadi jarang buang air kecil, kaki dan tangan terasa dingin, serta kulit pucat dan berbintik juga bisa mengindikasikan dehidrasi. Orang tua disarankan untuk mewaspadai gejala-gejala dehidrasi pada anak mereka.

CARA MENCEGAH DIARE

Diare bukan saja berdampak kepada diri penderita, tapi juga berpotensi menyebar, terutama kepada anggota keluarga. Oleh sebab itu, diare sebaiknya dicegah mulai dari kontak pertama hingga penyebarannya.

 Berikut adalah langkah-langkah pencegahan terkena diare akibat kontaminasi:

       1.  Mencuci tangan sebelum makan.

       2.  Menjauhi makanan yang kebersihannya diragukan dan tidak minum langsung dari kran.

       3.  Memisahkan makanan yang mentah dan matang.

       4.  Utamakan bahan makanan yang segar.

       5.  Menyimpan makanan di lemari es dan tidak membiarkan makanan tertinggal di bawah paparan sinar matahari atau suhu ruangan.

Jika parah, diare bisa berujung kepada dehidrasi. Dehidrasi memiliki konsekuensi yang fatal dan berpotensi merenggut nyawa penderita, terutama jika terjadi pada anak-anak. Hal ini karena ketahanan tubuh anak-anak terhadap dehidrasi jauh lebih rendah dibandingkan orang dewasa. Maka dari itu, orang tua disarankan untuk mewaspadai tanda-tanda dehidrasi pada anak. Penderita juga disarankan untuk meminum banyak cairan selama diare masih berlangsung.

 

 

Source :

Arsip Instalasi Pemasaran dan Promosi Kesehatan (PROMKES) RS Gunung Jati

http://www.alodokter.com/diare


Say No To Drug Say No To Drug

Bahaya Narkoba sudah menjadi momok yang menakutkan di masyarakat. Berbagai kampanye anti narkoba dan penanggulangan terhadap orang-orang yang ingin sembuh dari ketergantungan narkoba semakin banyak didengung-dengungkan.  Sebab, penyalahgunaan narkoba bisa membahayakan bagi keluarga, masyarakat, dan masa depan bangsa.


Menurut WHO (1982) Narkoba adalah semua zat padat, cair maupun gas yang dimasukan kedalam tubuh yang dapat merubah fungsi dan struktur tubuh secara fisik

LUPUS LUPUS

Penderita Lupus di Indonesia berdasarkan data YLI (Yayasan Lupus Indonesia) terdapat sekitar 10.114 odapus (Orang Dengan Lupus) dengan rentang umur antara 15-45 tahun, 90% di antaranya adalah perempuan muda dan 10% sisanya di derita oleh laki-laki dan anak-anak.


 


DEFINISI


Penyakit Lupus adalah peradangan kronis yang terjadi ketika sistem imun tubuh menyerang organ dan jaringan tubuh. Peradangan yang disebabkan oleh lupus dapat

Snake Bite Snake Bite

Siapa yang tidak kenal dengan ular ? Hewan ini salah satu hewan yang ditakuti oleh kebanyakan manusia karena terkenal berbahaya dan mematikan. Jumlah rata-rata kasus dan insiden kecelakaan mengenai  ular di dunia setiap tahun berkisar 1 hingga 2 juta, diantaranya berujung dengan kematian. Hal ini tentunya menjadi salah satu alasan untuk tetap waspada.


Snake bite atau gigitan ular adalah cedera yang disebabkan oleh gigitan dari ular, baik berbisa maupun tidak berbisa.

Mengobati Penyakit  Dengan Terapi Air Putih Mengobati Penyakit Dengan Terapi Air Putih

Berbagai penyakit ternyata mampu disembuhkan dengan terapi air putih, di antaranya adalah sakit kepala, sakit badan, jantung, arthritis, detak jantung cepat, epilepsi, kelebihan berat badan, asma bronchitis, penyakit ginjal dan urin, muntah-muntah, asam lambung, diare, diabetes, susah buang air besar, semua penyakit mata, rahim, kanker, datang bulan lancar, dan penyakit telinga, hidung dan kerongkongan.


Jumlah hari yang

Waspada Diare Pada Anak ! Waspada Diare Pada Anak !

Diare merupakan salah satu masalah kesehatan terbesar masyarakat Indonesia. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan RI pada tahun 2007, diare menduduki peringkat ke-13 penyebab kematian semua umur dengan proporsi sebesar 3,5 persen. Sedangkan berdasarkan kategori penyakit menular, diare menduduki urutan ke-3 penyebab kematian setelah Pneumonia dan TBC. Dari data tersebut, golongan usia yang paling banyak mengalami diare adalah balita dengan

Kontak

RSUD Gunung Jati CirebonJl. Kesambi No.56 Cirebon

Tentang Kami

Jujur, berani, profesional adalah pola sikap, pola pikir dan pola tindak yang harus diterapkan dalam menjalankan tugas dan pekerjaan. Jujur dalam menjalankan tugas dan pekerjaan, tidak ditumpangi oleh kepentingan-kepentingan pribadi atau golongan. Berani mengatakan yang sebenarnya dengan bijaksana dan tegas menegakkan aturan. Profesional sesuai dengan standar dan kode etik profesi masing-masing tenaga kesehatan.

Temukan Kami