Call Center 0231 206330
Tuberkulosis Di Rumah Sakit
Tuberkulosis Di Rumah Sakit

Pada tahun 1992, WHO telah mencanangkan TB sebagai Global Emergency (kedaruratan dunia) dan pada tahun 1995 merekomendasikan strategi DOTS sebagai salah satu langkah yang paling efektif dan efisien dalam penanggulangan TB. Intervensi dengan strategi DOTS ke dalam pelayanan kesehatan dasar (puskesmas) telah dilakukan sejak tahun 1995, sedangkan untuk institusi pelayanan Rumah Sakit (RS) dan Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM) atau Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) intervensi baru dilakukan secara aktif sejak tahun 2000. Dan hasil survey prevalensi TB pada tahun 2004 menunjukkan pola pencarian pengobatan pasien TB ke Rumah Sakit ternyata cukup tinggi, yaitu sekitar 60% pasien TB ketika pertama kali sakit mencari pengobatan ke Rumah Sakit, sedangkan sisanya ke Puskesmas dan Praktik Swasta.

Pelaksanaan DOTS di Rumah Sakit mempunyai daya ungkit dalam penemuan kasus (case detection rate, CDR), angka keberhasilan pengobatan (cure rate, CR), dan angka keberhasilan rujukan (succes referal rate, SRR). Adapun strategi DOTS terdiri dari komitmen politis, pemeriksaan dahak mikroskopis yang terjamin mutunya, pengobatan jangka pendek yang terstandar bagi semua kasus TB dengan penatalaksanaan kasus secara tepat termasuk pengawasan langsung pengobatan, jaminan ketersediaan obat anti tuberkulosis (OAT) yang bermutu dan sistem pencatatan dan pelaporan yang mampu memberikan penilaian terhadap hasil pengobatan pasien dan kinerja program secara keseluruhan.


Tanda Dan Gejala Tuberkulosis Tanda Dan Gejala Tuberkulosis

Tuberculosis (TBC) merupakan penyakit menular yang masih menjadi perhatian dunia. Hingga saat ini, belum ada satu negara pun yang bebas TBC. Angka kematian dan kesakitan akibat kuman mycobacterium tuberculosis ini pun tinggi.


Gejala utama


Batuk terus-menerus dan berdahak selama tiga pekan atau lebih.


Gejala tambahan yang sering dijumpai



  • Dahak bercampur
Tuberkulosis Di Rumah Sakit Tuberkulosis Di Rumah Sakit

Pada tahun 1992, WHO telah mencanangkan TB sebagai Global Emergency (kedaruratan dunia) dan pada tahun 1995 merekomendasikan strategi DOTS sebagai salah satu langkah yang paling efektif dan efisien dalam penanggulangan TB. Intervensi dengan strategi DOTS ke dalam pelayanan kesehatan dasar (puskesmas) telah dilakukan sejak tahun 1995, sedangkan untuk institusi pelayanan Rumah Sakit (RS) dan Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM) atau Balai Besar Kesehatan Paru

Kontak

RSD Gunung Jati CirebonJl. Kesambi No.56 Cirebon

Tentang Kami

Jujur, berani, profesional adalah pola sikap, pola pikir dan pola tindak yang harus diterapkan dalam menjalankan tugas dan pekerjaan. Jujur dalam menjalankan tugas dan pekerjaan, tidak ditumpangi oleh kepentingan-kepentingan pribadi atau golongan. Berani mengatakan yang sebenarnya dengan bijaksana dan tegas menegakkan aturan. Profesional sesuai dengan standar dan kode etik profesi masing-masing tenaga kesehatan.

Temukan Kami