Call Center 0231 206330
Snake Bite
Snake Bite

Siapa yang tidak kenal dengan ular ? Hewan ini salah satu hewan yang ditakuti oleh kebanyakan manusia karena terkenal berbahaya dan mematikan. Jumlah rata-rata kasus dan insiden kecelakaan mengenai  ular di dunia setiap tahun berkisar 1 hingga 2 juta, diantaranya berujung dengan kematian. Hal ini tentunya menjadi salah satu alasan untuk tetap waspada.

Snake bite atau gigitan ular adalah cedera yang disebabkan oleh gigitan dari ular, baik berbisa maupun tidak berbisa. Akibat dari gigitan ular tersebut dapat menyebabkan kondisi  medis yang bervariasi.

ULAR TIDAK BERBISA (NON-POISONOUS)

     1. Gerakan cepat, agresif

     2. Beraktifitas siang hari (diurnal)

     3. Membunuh mangsa dengan membelit

     4. Bentuk kepala bulat telur (oval)

     5. Tidak memiliki taring bisa

     6. Gigitannya tidak mematikan

 

ULAR BERBISA (POISONOUS)

     1. Gerakan lambat

     2. Beraktifitas malam hari (nocturnal)

     3. Membunuh mangsa dengan menyuntikkan bisa

     4. Bentuk kepala cenderung segitiga

     5. Memiliki taring bisa (racun mematikan)

JENIS – JENIS ULAR BERBISA DI INDONESIA

     1. Boiga Dendrophila (Ular Cincin Emas, Mangrove Snake, Ular Taliwongso)
     2. Dryophis Prasinus (Ular Pucuk, Ular Daun)
     3. Homalopsis Bucatta (Ular Kadut, Ular Buhu)
     4. Enhyndris (Ular Diwel, Ular Duwel, Ular Air Pelangi)
     5. Ophiophagus Hannah (King Cobra, Oray Totok, Ular Tedong Selor)
     6. Calloselasma Rodhostoma (Ular Gibuk, Ular Tanah, Bandotan Bedor)
     7. Daboia Russelii (Bandotan Puspo)
     8. Bungarus Candidus (Ular Weling)
     9. Bungarus Fasciatus  (Ular Welang, Ular Belang)
   10. Naja Sputatrix  (Ular Cobra)
   11. Rhabdophis Subminiatus (Pudak Bromo, Ular Picung, Ular Pudak Seruni)
   12. Trimeresurus Albolabris (Ular Hijau, Ular Gadung, Oray Bungka)

 

PERTOLONGAN PERTAMA JIKA DIGIGIT ULAR

Jika Anda digigit ular lakukan hal-hal berikut sebagai pertolongan pertama pada gigitan ular :

  1. Hubungi nomor telepon unit gawat darurat, atau berteriak untuk meminta pertolongan. Jika Anda sendirian, tetapi bisa bergerak menuju tempat yang aman, berusahalah untuk meminta bantuan. Sebagian besar gigitan ular tidak berbahaya, tetapi jika Anda digigit oleh ular berbisa, pertolongan medis segera sangat diperlukan untuk mengatasinya. Petugas ambulans biasanya mengetahui jenis ular yang hidup di suatu daerah dan dilengkapi dengan perawatan yang sesuai. Hubungi unit gawat darurat atau ambulans sehingga Anda bisa pergi ke rumah sakit segera. Anda tidak dapat menentukan apakah ular itu berbisa atau tidak hanya dengan melihat bekas gigitannya saja. Sebaiknya, segera cari pertolongan medis seperti apa pun luka gigitan ular tersebut. Tetap tenang, panik akan meningkatkan denyut jantung Anda, dan jika ular itu memang berbisa, peningkatan denyut jantung hanya akan membuatnya menyebar lebih cepat ke seluruh tubuh Anda. Berusahalah semampu Anda untuk tetap tenang.
  2. Ingat-ingat tampilan ular yang menggigit Anda. Petugas medis di ambulans dan dokter di unit gawat darurat membutuhkan gambaran tampilan ular untuk menentukan ular itu berbisa atau tidak. Jangan coba untuk menangkap ular itu, ular sangat cepat bergerak dan terkecuali Anda adalah pawang ular berpengalaman, usaha ini tidak akan banyak bermanfaat. Jangan coba berjalan mendekati ular atau berusaha untuk melihat ular lebih jelas jika Anda masih terancam gigitannya. Tindakan ini berbahaya. Anda hanya perlu melihat ular sekilas kemudian menjauh.
  3. Jauhi ular itu. Anda harus segera menjauhi daerah jangkauan ular, sehingga tidak digigit untuk kedua kalinya. Berjalanlah menjauh dari tempat Anda digigit. Tetapi, jangan berlari atau menghindar terlalu jauh. Jantung Anda akan berdenyut lebih cepat saat tubuh Anda bergerak terlalu cepat, sehingga bisa ular akan lebih cepat menyebar ke seluruh tubuh Anda. Berjalanlah ke tempat yang tidak akan didekati oleh ular. Cari batuan datar di tempat yang lebih tinggi, tanah lapang, atau tempat yang tidak banyak memiliki tempat persembunyian ular. Cobalah untuk tidak bergerak sama sekali setelah Anda mencapai tempat yang lebih aman.
  4. Batasi gerakan dan lindungi bagian yang terkena gigitan. Walaupun Anda perlu membatasi gerakan, jangan ikat bagian yang terkena gigitan. Selain itu, pertahankan bagian itu sehingga lebih rendah dibandingkan jantung Anda. Hal ini akan membantu menghambat penyebaran bisa ular. Mempertahankan bagian yang terkena gigitan di bawah jantung Anda akan menghambat aliran darah dari bagian tersebut ke arah jantung, yang dapat memompa bisa ular ke seluruh tubuh Anda. Jika Anda bisa, gunakan batang kayu atau papan, dan letakkan di kedua sisi bagian yang digigit. Kemudian, ikatkan kain di bagian bawah, tengah, dan atas papan untuk mempertahankan posisinya.
  5. Lepaskan pakaian, perhiasan, atau benda lain yang terpasang ketat. Gigitan ular berbisa bisa menimbulkan pembengkakan hebat dalam waktu singkat. Pakaian longgar sekalipun bisa terasa terlalu ketat saat bagian itu mulai membengkak.
  6. Bersihkan luka gigitan ular semampu Anda, tetapi jangan membilasnya dengan air. Ambil lap bersih yang direndam dalam air, dan bersihkan luka gigitan ular dengan lembut sebisa mungkin. Setelah luka itu bersih, tutupi dengan kain bersih.
  7. Tunggu atau cari pertolongan medis. Pilihan yang terbaik adalah mencari pertolongan medis secepat mungkin. Jika setelah luka gigitan bersih, bagian itu hanya sedikit atau tidak membengkak sama sekali, ini adalah pertanda bagus--kemungkinan ular yang menggigit Anda tidak berbisa. Walaupun begitu, Anda masih berisiko mengalami infeksi atau reaksi serius lainnya, termasuk juga reaksi alergi, jadi Anda masih membutuhkan pertolongan medis segera.
  8. Hindari langkah yang akan memperparah kondisi Anda. Ada banyak mitos dalam cara mengobati gigitan ular, dan beberapa mitos ini sebenarnya dapat memperparah kondisi Anda.Jangan mencoba mengiris luka gigitan dan mengisap bisa ular keluar. Mengiris luka gigitan hanya akan menambah masalah dan meningkatkan risiko infeksi. Siapa pun yang mengisap bisa ular justru mungkin akan menelan sebagian bisa dan mengalami keracunan.Jangan mengikat atau menempelkan es ke luka gigitan. Para ahli meyakini bahwa mengikat luka dapat memutus aliran darah, dan es bisa memperparah luka.Jangan minum alkohol atau minuman berkafein, keduanya bisa meningkatkan denyut jantung Anda dan menyebarkan racun yang berada di dalam darah Anda. Sebagai gantinya, cukupi kebutuhan cairan tubuh Anda dengan minum air.
  9. Pahami perawatan medis yang seharusnya Anda terima. Di unit gawat darurat (UGD), Anda akan mendapatkan perawatan untuk meredakan bengkak, nyeri, dan gejala apa pun yang disebabkan oleh gigitan ular berbisa. Dokter di UGD juga akan memantau tekanan darah, gejala gangguan di aliran darah dan sistem saraf, serta adanya reaksi alergi serta pembengkakan. Perawatan yang diberikan akan disesuaikan dengan gejala yang Anda tunjukkan. Jika tidak ada gejala yang muncul, Anda mungkin masih perlu menginap sehingga kondisi Anda dapat dipantau selama 24 jam, karena dalam beberapa kasus, gejala akibat gigitan ular butuh waktu selama itu hingga muncul. Jika ular yang menggigit Anda berbisa, Anda mungkin akan diberi antibisa ular. Antibisa ini merupakan kombinasi dari antibodi yang dibuat untuk melawan bisa ular, dan terbukti aman dan efektif untuk digunakan pada orang dewasa maupun anak-anak. Anda mungkin akan diberi antibisa ular lebih dari satu dosis, sesuai dengan gejala Anda. Kemungkinan, Anda juga akan diberi resep antibiotik spektrum luas untuk memastikan Anda tidak terinfeksi. Suntikan tetanus juga mungkin akan diberikan. Untuk kasus gigitan ular yang berat, Anda mungkin perlu dioperasi.
  10. Ikuti anjuran perawatan lanjutan gigitan ular. Setelah Anda diizinkan pulang dari rumah sakit, Anda harus memberikan perhatian ekstra untuk menjaga luka gigitan itu bersih dan terlindungi, serta mengikuti semua anjuran medis dalam merawat luka Anda. Anjuran ini meliputi cara mengganti perban, cara membersihkan luka (biasanya dengan air hangat dan sabun), serta cara mengenali terjadinya infeksi. Tanda-tanda infeksi meliputi pembengkakan, nyeri, kemerahan, panas, dan keluarnya cairan dari bagian yang sakit, atau bahkan demam. Jika Anda mengalami salah satu dari gejala ini pada luka gigitan, hubungi dokter Anda sesegera mungkin.
  11. Tetap tenang dan menunggu jika Anda tidak dapat mencari pertolongan. Jika Anda berada jauh di dalam hutan, dan pertolongan medis sepertinya tidak dapat mencapai tempat Anda dalam waktu singkat, langkah yang terbaik adalah mencari tempat yang nyaman dan menunggu hingga racun keluar dari tubuh Anda. Dalam sebagian besar kasus, ular tidak menyuntikkan bisa dalam jumlah yang dapat membunuh. Berikan perawatan pada gejala yang timbul, dan yang paling penting, tenanglah dan jangan banyak bergerak. Ketakutan terhadap ular dan rasa cemas yang muncul setelahnya sering kali menyebabkan kematian, karena denyut jantung yang kencang akan membuat bisanya menyebar jauh lebih cepat. Jika Anda mendaki gunung dan bertemu dengan pendaki lainnya, mintalah mereka untuk menelepon atau membawakan bantuan, atau tanyakan apakah mereka punya alat penyedot bisa ular.

Waspada Diare Pada Anak ! Waspada Diare Pada Anak !

Diare merupakan salah satu masalah kesehatan terbesar masyarakat Indonesia. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan RI pada tahun 2007, diare menduduki peringkat ke-13 penyebab kematian semua umur dengan proporsi sebesar 3,5 persen. Sedangkan berdasarkan kategori penyakit menular, diare menduduki urutan ke-3 penyebab kematian setelah Pneumonia dan TBC. Dari data tersebut, golongan usia yang paling banyak mengalami diare adalah balita dengan

Malas Cuci Tangan?? Siap-Siap Terkena Penyakit Berbahaya!!! Malas Cuci Tangan?? Siap-Siap Terkena Penyakit Berbahaya!!!

Apakah anda memiliki kebiasaan yang baik untuk selalu mencuci tangan sebelum makan? Jangan abaikan betapa pentingnya cuci tangan. Hanya dengan melakukan kebiasaan sederhana ini kita bisa melindungi diri dan terhindar dari berbagai penularan penyakit akibat kuman, bakteri dan virus.


Sumber penyakit memang tidak terlihat oleh mata secara langsung dan bisa berasal dari mana saja. Tangan merupakan media penghantar utama penularan penyakit, karena tangan sering melakukan kontak

Snake Bite Snake Bite

Siapa yang tidak kenal dengan ular ? Hewan ini salah satu hewan yang ditakuti oleh kebanyakan manusia karena terkenal berbahaya dan mematikan. Jumlah rata-rata kasus dan insiden kecelakaan mengenai  ular di dunia setiap tahun berkisar 1 hingga 2 juta, diantaranya berujung dengan kematian. Hal ini tentunya menjadi salah satu alasan untuk tetap waspada.


Snake bite atau gigitan ular adalah cedera yang disebabkan oleh gigitan dari ular, baik berbisa maupun tidak berbisa.

Tips Hidup Sehat Ala RS Gunung Jati Tips Hidup Sehat Ala RS Gunung Jati

Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Dengan tubuh yang sehat dan segar, setiap orang dapat melakukan aktifitas yang diinginkan. Namun, untuk mendapatkan tubuh yang sehat tanpa keluhan kesehatan tidak didapat dengan mudah. Salah satu hal yang dapat menunjang agar tubuh tetap sehat adalah dengan terbiasa melakukan pola hidup sehat.


APA ITU POLA HIDUP SEHAT?


Menurut Kotler


Pola hidup sehat

DIFTERI DIFTERI

Definisi : 

Difteri menyerang selaput lendir pada hidung serta tenggorokan dan terkadang dapat memengaruhi kulit. Penyakit ini sangat menular dan termasuk infeksi serius yang dapat mengancam jiwa jika tidak segera ditangani. DIFTERI Disebabkan oleh dua jenis bakteri Corynebacterium diphtheriae dan Corynebacterium ulcerans

Masa inkubasi (saat

Kontak

RSUD Gunung Jati CirebonJl. Kesambi No.56 Cirebon

Tentang Kami

Jujur, berani, profesional adalah pola sikap, pola pikir dan pola tindak yang harus diterapkan dalam menjalankan tugas dan pekerjaan. Jujur dalam menjalankan tugas dan pekerjaan, tidak ditumpangi oleh kepentingan-kepentingan pribadi atau golongan. Berani mengatakan yang sebenarnya dengan bijaksana dan tegas menegakkan aturan. Profesional sesuai dengan standar dan kode etik profesi masing-masing tenaga kesehatan.

Temukan Kami