Call Center 0231 206330
PTRM (Pelayanan Program Terapi Rumatan Metadon) Di RSUD Gunung Jati Kota Cirebon
PTRM (Pelayanan Program Terapi Rumatan Metadon)  Di RSUD Gunung Jati Kota Cirebon

Narkoba adalah istilah untuk narkotika, psikotropika, dan bahan berbahaya lainnya. Istilah lain yang digunakan adalah NAPZA (Narkotika, Alkohol, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya). Menurut UU No. 22 tahun 1997 tentang Narkotika, narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan.

Menurut data statistika, pengguna narkotika di Indonesia pada tahun 2014 mencapai angka 4,2 juta penduduk bahkan diperkirakan akan mencapai angka lima juta pengguna di tahun 2015. Sementara belum ditemukan data yang valid yang menyebutkan jumlah pengguna narkotika di wilayah Cirebon. 26.521 kasus narkoba dilaporkan hingga 2012 diproses di kepolisian, dan beberapa diantaranya dijatuhi hukuman mati.

Dampak Penyalahgunaan Narkotika dan Obat Berbahaya :

  • Kemerosotan Fisik : Status gizi yang cenderung akan semakin menurun, infeksi dan eksim kulit, dan penyakit infeksi lainnya.
  • Kerusakan Mental : Pecandu narkotika dan obat berbahaya akan mengalami kemunduran mental, daya tahan tubuhnya dalam menghadapi problema dan tantangan hidup akan menurun. Mereka ingin segera melarikan diri dari problema, ingin yang mudah, yang menyenangkan dirinya, kepercayaan dirinya hilang.
  • Kehancuran Masa Depan : Hilangnya kepercayaan pada diri sendiri, tidak tahan menghadapi kesulitan hidup, menyebabkan gagalnya sekolah, karier pekerjaannya yang berarti kehancuran masa

Menurut SK Menkes No. 350/Menkes/SK/IV/2008 tentang Penetapan Rumah Sakit dan Satelit Uji Coba Pelayanan Terapi Rumatan Metadon serta Pedoman Program Terapi Rumatan Metadon, menetapkan RS Gunung Jati sebagai RS yang menyediakan fasiltas Pelayanan Terapi Rumatan Metadon. Dan dalam KEPMENKES No. 1305/Menkes/SK/IV/2011 tentang Institusi Penerima Wajib Lapor, menugaskan RS Gunung Jati sebagai IPWL (Institusi Penerima Wajib Lapor).

Apa Manfaat Terapi Metadon?
Pengguna dapat berhenti atau setidaknya mengurangi penggunaan narkoba, kesehatan fisik dan status gizi dapat meninkgat. Terlebih penting lagi adalah hubungan dengan keluarga dan pekerjaan menjadi lebih baik 

Bagaimana cara melaporkan diri?
Paling sederhana untuk melaporkan diri bagi pengguna adalah datang langsung ke institusi penyedia layanan wajib lapor dalam hal ini RS Gunung Jati, untuk kemudian dinilai terapi apa saja yang cocok kepada pengguna. Apakah cukup dengan penggunaan terapi rumatan metadon, atau diperlukan terapi sosial jika memang pengguna memang memiliki masalah dalam kehidupan bersosial.

Jika memang dibutuhkan, maka dapat diteruskan kepada Psikolog atau Psikiater, untuk menangani latar belakang mengapa pengguna bisa terjebak dalam narkoba.
Jika tidak langsung ke IPWL, pengguna dapat juga melaporkan diri ke BNN (Badan Narkotika Nasional) terdekat untuk kemudian BNN mendampingi pengguna ke IPWL, untuk dilakukan penilaian dan menentukan tindakan selanjutnya.

Mari bersama untuk kehidupan yang lebih baik, masa depan yang lebih cerah.


Pengaduan Pelanggan Dalam Perspektif Hukum Pengaduan Pelanggan Dalam Perspektif Hukum

Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) merupakan program Negara yang bertujuan memberikan kepastian perlindungan dan kesejahteraan soasial bagi seluruh rakyat. Untuk mewujudkan tujuan SJSN perlu dibentuk badan penyelenggara yang berbentuk badan hukum berdasarkan prinsip kegotongroyongan, nirlaba, keterbukaan, kehati-hatian, akuntabilitas, portabilitas, kepesertaan bersifat wajib, dana amanat, dan hasil pengelolaan dana jaminan social seluruhnya untuk pengembangan

Peresmian Gedung  Rawat Inap Kelas 3 Peresmian Gedung Rawat Inap Kelas 3

Gubernur Jawa Barat H. Ahmad Heryawan, Lc meresmikan Gedung Rawat Inap Kelas III (Gakin) RSUD Gunung Jati Kota Cirebon. Dirinya sangat memberikan apresiasi managemen RSUD Gunung Jati yang telah berhasil membangun gedung bagi masyarakat kurang mampu, meski merupakan gedung rawat inap kelas III, tapi suasana ruangan sangat nyaman. Gubernur yang akrab disapa Aher itu menilai kamar di gedung gakin RSUD Gunung Jati seperti ruangan VVIP rumah sakit pada umumnya.

Hak Pasien Dan Keluarga Hak Pasien Dan Keluarga

RSUD Gunung Jati Bertanggung Jawab untuk Melindungi dan Mengedepankan Hak Pasien dan Keluarga Sesuai UU RI


1.Pasien berhak memperoleh informasi mengenai tata tertib dan peraturan yang berlaku di Rumah Sakit
2.Pasien berhak mendapat informasi tentang hak dan kewajiban pasien
3.Pasien berhak memperoleh layanan yang manusiawi, adil, jujur dan tanpa diskriminasi
4.Pasien berhak memperoleh layanan kesehatan yang bermutu sesuai dengan standar peofesi dan standar

PTRM (Pelayanan Program Terapi Rumatan Metadon)  Di RSUD Gunung Jati Kota Cirebon PTRM (Pelayanan Program Terapi Rumatan Metadon) Di RSUD Gunung Jati Kota Cirebon

Narkoba adalah istilah untuk narkotika, psikotropika, dan bahan berbahaya lainnya. Istilah lain yang digunakan adalah NAPZA (Narkotika, Alkohol, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya). Menurut UU No. 22 tahun 1997 tentang Narkotika, narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri, dan dapat menimbulkan

Peran Security Dalam Akreditasi Peran Security Dalam Akreditasi

1.Sasaran Keselamatan Pasien (SKP)
-Mengidentifikasi gelang identitas, apabila ada pasien pulang gelang masih terpakai.
-Melakukan tehnik cuci tangan dan melaksanakan 5 (lima momen): 1) sebelum kontak dengan pasien 2) sesuadah kontak dengan pasien 3) sebelum melakukan tindakan aseptik 4) sesudah kontak dengan cairan tubuh pasien 5) sesudah kontak dengan lingkungan pasien
-Melakukan skreening resiko jatuh: baik di rawat jalan maupun di IGD bila melihat pasien yang resiko jatuh

Kontak

RSUD Gunung Jati CirebonJl. Kesambi No.56 Cirebon

Tentang Kami

Jujur, berani, profesional adalah pola sikap, pola pikir dan pola tindak yang harus diterapkan dalam menjalankan tugas dan pekerjaan. Jujur dalam menjalankan tugas dan pekerjaan, tidak ditumpangi oleh kepentingan-kepentingan pribadi atau golongan. Berani mengatakan yang sebenarnya dengan bijaksana dan tegas menegakkan aturan. Profesional sesuai dengan standar dan kode etik profesi masing-masing tenaga kesehatan.

Temukan Kami