Call Center 0231 206330
Peran Security Dalam Akreditasi
Peran Security Dalam Akreditasi

1.Sasaran Keselamatan Pasien (SKP)
-Mengidentifikasi gelang identitas, apabila ada pasien pulang gelang masih terpakai.
-Melakukan tehnik cuci tangan dan melaksanakan 5 (lima momen): 1) sebelum kontak dengan pasien 2) sesuadah kontak dengan pasien 3) sebelum melakukan tindakan aseptik 4) sesudah kontak dengan cairan tubuh pasien 5) sesudah kontak dengan lingkungan pasien
-Melakukan skreening resiko jatuh: baik di rawat jalan maupun di IGD bila melihat pasien yang resiko jatuh segera melakukan tindakan pertolongan dan mengambil alat transpor: kursi roda, blankar

2.Hak Pasien dan Keluarga
-Menjaga privasi pasien: bila sedang dilakukan tindakan mengawasi agar orang lain tidak melihat pasien sedang dilakukan tindakan yang membuka aurat di IGD atau di unit pelayanan lainnya.
-Menjaga dan memelihara barang milik pasien yang dititipkan.
-Mengingatkan agar tetap menjaga barang berharga atau menghimbau untuk tidak membawa barang berharga bila pasien dirawat di RS.
-Menjaga keamanan dan ketertiban pengunjung RS sesuai jam besuk.
-Mengawasi tempat penitipan barang-barang
-Menyerahkan kartu tunggu pasien
-Menanyakan pengunjung yang akan membesuk pasien, khususnya di ruang Paviliun, terkait hak pasien untuk tidak boleh dibesuk.
-Memberikan penjelasan tentang tata tertib atau hal-hal yang berhubungan dengan jenis pelayanan yang ada di RS, apabila ditanya oleh pasien/ pengunjung pasien.

3.Pendidikan Pasien dan Keluarga (PPK)
-Menginformasikan kawasan RS adalah kawasan bebas rokok.
-Menegur pasien, pengunjung, karyawan RS apabila tidak mengindahkan peraturan dilarang merokok.
-Memberikan penjelasan tentang larangan membuang sampah sembarangan.
-Memberikan penjelasan kepada pengunjung pasien apabila pasien batuk, bersin atau membuang ludah sembarangan.

4.Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP)
-Bersikap sopan dan memberikan salam apabila berjumpa dengan pelanggan baik pasien, pengunjung pasien, tamu RS, karyawan RS.
-Membantu menyelesaikan permasalahan dan mencegah kerusakan apabila terjadi komplain pasien yang mengarah kepada pengrusakan properti RS.
-Melaporkan kepada petugas yang berwenang / kompeten apabila terjadi insiden keselamatan pasien RS (pasien jatuh, pasien tidak sadar).

5.Milenium Developmen Goals (MDGS) yaitu: menurunkan kematian ibu dan bayi, menurunkan penularan HIV, menurunkan penularan TBC
-Bertugas di area Rawat Gabung untuk mengawasi pasien bayi rawat gabung yang keluar masuk ruang perawatan (R Melati).
-Menanyakan identitas dan kelengkapan administrasi apabila melihat bayi yang digendong keluar dari RS untuk menghindari penculikan bayi.
-Mengawasi CCTV ruang rawat gabung
-Menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan pasien yang mendapatkan obat di klinik Seroja dan PTRM dan sekitarnya.
-Melakukan screening batuk: apabila menemukan pengunjung yang batuk ditanyakan apakah batuknya sudah lebih 3 bulan? Kalau dijawab Ya, maka pengunjung atau pasien diberikan masker untuk dipasang dan ditempatkan di ruang tunggu khusus pasien batuk, serta melaporkan ke petugas poli yang akan dikunjungi bahwa pasien mempunyai riwayat batuk 3 bulan.
-Mengawasi pengunjung pasien khususnya di sekitar ruang Poli Paru agar tidak batuk, meludah, berdahak sembarangan.

6.Akses Pelayanan dan Kontinuitas Pelayanan (APK)
-Bertugas melakukan transportasi pasien dengan kategori pasien 0 – 0,5 (khusus sekurity yang sudah pelatihan BHD)
-Mendampingi pasien rujukan eksternal bersama petugas medis/perawat ambulan.
-Membantu kelancaran sistim antrian pasien di Poli Rawat Jalan.
-Membantu transportasi dari ambulan ke ruang triase IGD.

7.Asessmen Pasien (AP)

8.Pelayanan Pasien (PP)
-Membantu kelancaran pelayanan di IGD dan di Rawat Jalan

9.Pelayanan Anestesi dan Bedah (PAB)

10.Manajemen Penggunaan Obat (MPO)
-Mengawasi antrian di apotik rawat jalan
-Menertibkan antrian di apotik rawat jalan

11.Manajemen Komunikasi dan Informasi (MKI)
-Mencatat nama pasien KLL yang masuk ke IGD, pengantar pasien, petugas/ Polisi (no HP), tempat kejadian dan kronologis kejadian.
-Membantu mencarikan tempat/ ruangan yang kosong bersama petugas pendaftaran.

12.Kualifikasi Pendidikan dan Staf (KPS)
-Mengikuti pelatihan BHD
-Mengikuti pelatihan cuci tagan
-Mengikuti pelatihan penggunaan APAR
-Mengikuti pelatihan Keselamatan Pasien RS

13.Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI)
-Melakukan cuci tangan sesuai panduan cuci tangan
-Melaksanakan 5 momen cuci tangan
-Mengawasi pengunjung yang merokok, meludah, membuang sampah sembarangan

14.Tata Kelola Kepemimpinan dan Pengarahan (TKP)
-Melatih baris berbaris
-Melatih petugas upacara tanggal 17

15.Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK)
-Mengikuti pelatihan bencana di RS (kode red/merah)
-Mengaktifkan kode red, bila terjadi kebakaran.
-Menelpon DAMKAR bila terjadi kebakaran besar.
-Menjadi leader bila ada kebakaran sedang
-Mengawasi lingkungan dan pengamanan areal kebakaran
-Mengawasi dan melaporkan apabila ada korsleting listrik, kabel yang terkelupas, lampu yang menyala terus.
-Memadamkan pendingin di ruangan kantor atau ruangan yang tidak ada petugas/karyawan.
-Mengawasi tempat pembuangan limbah dan bahan medis di tempat sanitasi agar bebas dari pengunjung dari luar masuk ke area tersebut (yang memancing ikan).

Oleh : H. Dedy Ahmad S, M.Kep (Kasi Askep / Sekretaris Akreditasi RSUD Gunungjati Kota Cirebon)


Sosialisasi Pendaftaran Mandiri Sosialisasi Pendaftaran Mandiri

Salah satu inovasi yang akan segera diluncurkan oleh RSUD Gunung Jati adalah Pendaftaran Mandiri. Dengan Pendaftaran Mandiri ini maka pasien yang akan berobat ke Rumah Sakit tidak perlu lagi mengantri untuk melakukan registrasi di loket pendaftaran. Pasien cukup melakukan reservasi via web yang telah ditentukan. Baik melalui PC, Laptop maupun Smartphone dari rumah atau dari manapun selagi koneksi internet memungkinkan.


Sosialiasi dilakukan secara langsung ke

Hak Pasien Dan Keluarga Hak Pasien Dan Keluarga

RSUD Gunung Jati Bertanggung Jawab untuk Melindungi dan Mengedepankan Hak Pasien dan Keluarga Sesuai UU RI


1.Pasien berhak memperoleh informasi mengenai tata tertib dan peraturan yang berlaku di Rumah Sakit
2.Pasien berhak mendapat informasi tentang hak dan kewajiban pasien
3.Pasien berhak memperoleh layanan yang manusiawi, adil, jujur dan tanpa diskriminasi
4.Pasien berhak memperoleh layanan kesehatan yang bermutu sesuai dengan standar peofesi dan standar

PTRM (Pelayanan Program Terapi Rumatan Metadon)  Di RSUD Gunung Jati Kota Cirebon PTRM (Pelayanan Program Terapi Rumatan Metadon) Di RSUD Gunung Jati Kota Cirebon

Narkoba adalah istilah untuk narkotika, psikotropika, dan bahan berbahaya lainnya. Istilah lain yang digunakan adalah NAPZA (Narkotika, Alkohol, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya). Menurut UU No. 22 tahun 1997 tentang Narkotika, narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri, dan dapat menimbulkan

Sembilan Aspek Pendidikan Bagi Muslim Unggulan Sembilan Aspek Pendidikan Bagi Muslim Unggulan

Tak ada guru sehebat Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam dan tak ada murid sehebat para sahabat Radhiallahu anhum. Ummat ini tidak akan menjadi baik kecuali dengan apa yang membuat baik generasi pertamanya itu. Nabi sebagai guru terbaik tidak berkata-kata,  bersikap dan bertindak kecuali dengan bimbingan dari Allah SWT. Sedangkan para sahabat mengisi hari-harinya selama lebih 20 tahun dengan semua keteladanan gurunya itu secata kreatif dan independen.

Etika Seorang Pegawai Etika Seorang Pegawai

1. Bekerja dengan maksimal dan profesionalisme


Inilah petunjuk Islam yang mulia. Nabi Muhammad SAW bersabda : “Sesungguhnya Allah SWT menyukaiorang-orang yang bekerja dengan profesional” (HR. Abu Ya’la : 4386, Ash. Sholihah : 1113), maka dari itu bekerjalah sesuai tupoksi/tugas pokok masing-masing dan bertanggungjawab dalam menjalankannya.


  • Suharyanto
  • dibaca | 1603
  • Kontak

    RSUD Gunung Jati CirebonJl. Kesambi No.56 Cirebon

    Tentang Kami

    Jujur, berani, profesional adalah pola sikap, pola pikir dan pola tindak yang harus diterapkan dalam menjalankan tugas dan pekerjaan. Jujur dalam menjalankan tugas dan pekerjaan, tidak ditumpangi oleh kepentingan-kepentingan pribadi atau golongan. Berani mengatakan yang sebenarnya dengan bijaksana dan tegas menegakkan aturan. Profesional sesuai dengan standar dan kode etik profesi masing-masing tenaga kesehatan.

    Temukan Kami