Call Center 0231 206330
Pasien WNA Dalam Pengawasan Akhirnya Dipulangkan
Pasien WNA Dalam Pengawasan Akhirnya Dipulangkan

Setelah menjalani perawatan sekitar 8 hari, akhirnya pasien WNA (Ny. XC, 25 tahun) asal Cina yang menjalani perawatan di Ruang Isolasi akhirnya dipulangkan. Pemulangan pasien tersebut dilakukan setelah hasil pemeriksaan laboratorium terhadap Virus Corona (nCov 219) dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan menunjukkan hasil negatif. Selanjutnya pasien tersebut  diserahkan oleh Direktur RSD Gunung Jati kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon untuk pemantauan selanjutnya.

Ny. XC bersama empat temannya datang ke Cirebon untuk belajar tari topeng di Sanggar Tari Barisan Lor Losari Kabupaten Cirebon. Ny. XC menggunakan paspor yang diterbitkan dari Hubei, tetapi berdasarkan pengakuan Ny. XC dan informasi dari teman-temannya, Ny. XC tinggal di Shanghai. Ny. XC bersama 4 temannya lolos dari Bandara Shanghai untuk bepergian, begitu pula di Bandara  Soetkarno Hatta  lolos tes kesehatan.

Sebelumnya pada tanggal 4 Februari 2020 sekitar jam 11 siang, Ny. XC datang ke IGD dengan diantar teman-temannya. dengan keluhan demam, batuk dan nyeri tenggorokan. Ny. XC juga dalam kondisi menstruasi dan kelelahan setelah melakukan perjalanan jauh. Selanjutnya setelah berkoordinasi dengan MOD (Manager on Duty) dan Tim KLB (Kejadian Luar Biasa) RSD Gunung Jati, Tim  Dokter IGD memutuskan Ny.  XC dirawat inap di Ruang Isolasi untuk mempermudah pengawasan terhadap kondisi kesehatan Ny. XC.

Selama menjalani perawatan kondisi Ny. XC relatif stabil dan tidak mengalami perburukan. Tanda-tanda vital, hasil pemeriksaan laboratorium dan hasil ronsen dalam batas normal. Tim KLB dan jajaran direksi secara intensif melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Cirebon, Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Cirebon, Diinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dan konsultasi dengan Tim Dokter RS Hasan Sadikin Bandung. Tim KLB juga melakukan  persiapan rujuk ke RS yang memiliki fasilitas lebih lengkap apabila diperlukan.

Pada Hari Rabu,  tanggal 05 Februari 2020 dilakukan pengambilan sampel apus hidung dan tenggorokan (swab test)  untuk memastikan adanya Virus Corona. Pemeriksaan dilakukan oleh Laboratorium Virologi Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan menggunakan metode real time RT-PCR (Reverse Transcription - Polymerase Chain Reaction). Hasil resmi pemeriksaan laboratorium yang diterbitkan pada tanggal 10 Februari 2020 menyatakan negatif coronavirus.


PASIEN GIGITAN ULAR BERPULANG PASIEN GIGITAN ULAR BERPULANG

Pasien Adila (perempuan, 4 tahun) sebelumnya dirawat secara intensif di Ruang PICU (Pediatric Intensive Care Unit) RSD Gunung Jati selama 5 hari dalam kondisi tak sadarkan diri. Ia tak sadarkan diri karena terkena gigitan ular weling (Bungarus Candidus) dirumah ketika sedang tidur di kamarnya. Tim Dokter RSD Gunung Jati sudah memberikan antivenom untuk penawar bisa ular tersebut. 

Pasien WNA Dalam Pengawasan Akhirnya Dipulangkan Pasien WNA Dalam Pengawasan Akhirnya Dipulangkan

Setelah menjalani perawatan sekitar 8 hari, akhirnya pasien WNA (Ny. XC, 25 tahun) asal Cina yang menjalani perawatan di Ruang Isolasi akhirnya dipulangkan. Pemulangan pasien tersebut dilakukan setelah hasil pemeriksaan laboratorium terhadap Virus Corona (nCov 219) dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan menunjukkan hasil negatif. Selanjutnya pasien tersebut 

Kontak

RSD Gunung Jati CirebonJl. Kesambi No.56 Cirebon

Tentang Kami

Jujur, berani, profesional adalah pola sikap, pola pikir dan pola tindak yang harus diterapkan dalam menjalankan tugas dan pekerjaan. Jujur dalam menjalankan tugas dan pekerjaan, tidak ditumpangi oleh kepentingan-kepentingan pribadi atau golongan. Berani mengatakan yang sebenarnya dengan bijaksana dan tegas menegakkan aturan. Profesional sesuai dengan standar dan kode etik profesi masing-masing tenaga kesehatan.

Temukan Kami