Call Center 0231 206330
Indikasi Masuk Dan Keluar ICU
Indikasi Masuk Dan Keluar ICU

ICU diharapkan mampu menggabungkan tehnologi tinggi dan keahlian khusus dalam bidang kedokteran dan keperawatan gawat darurat. Pelayanan ICU diperuntukan dan ditentukan oleh kebutuhan pasien yang sakit kritis. Tujuan dari pelayanan adalah memberikan pelayanan medik tertitrasi dan berkelanjutan serta mencegah fragmentasi pengelolaan.

Pasien sakit kritis meliputi :

  1. Pasien-pasien yang secara fisiologis tidak stabil dan memerlukan dokter, perawat, profesi lain yang terkait secara terkoordinasi dan berkelanjutan, serta memerlukan perhatian yang teliti, agar dapat dilakukan pengawasan yang ketat dan terus menerus serta terapi titrasi.
  2. Pasien-pasien yang dalam bahaya mengalami dekompensasi fisiologis sehingga memerlukan pemantauan ketat dan terus menerus serta dilakukan intenvensi segara untuk timbulnya penyulit yang merugikan.

Adapun kriteria masuk ICU

1.Pasien Prioritas 1 (satu)

Kelompok ini merupakan pasien sakit ktitis, tidak stabil yang memerlukan terapi intensif dan tertitrasi, seperti : Dukungan/bantuan ventilasi dan alat bantu suportif organ/sistem yang lain, infus obat-obat vosoaktif kontinyu, obat anti aritmia kontinyu, pengobatan kontinyu tetitrasi dan lain-lainnya.

Contoh pasien kelompok ini antara lain: pasca bedah cardiotorasik, pasien sepsis berat, gangguan asam basa dan elektrolit yang mengancam nyawa. Hipoksemia, Hipotensi. Terapi pada pasien prioritas 1 (satu) ini umumnya tidak mempunyai batas waktu.

2.Pasien Prioritas 2 (dua)

Pasien ini memerlukan pelayanan pemantauan canggih di ICU, sebab sangat beresiko bila tidak memdapatkan terapi intensif segera, misalnya pemantauan intensif menggunakan pulmonari arterial cateter.

Contoh pasien ini antara laian : mereka yang menderita penyakit dasar jantung paru, gagal ginjal akut dan berat atau yang telah mengalami pembedahan mayor.

Terapi pada pasien prioritas 2 ini tidak mempunyai batas waktu, karena kondisinya senantiasa berubah

3.Pasien Prioritas 3 (tiga)

Pasien golongan ini adalah pasien sakit kritis, yang tidak stabil status kesehatan sebelumnya, penyakit yang mendasarinya atau penyakit akutnya, secara sendirian atau kombinasi. Kemungkinan sembuh dan/atau manfaat terapi di ICU pada golongan ini sangat kecil.

Contoh pasien ini antara lain : pasien dengan keganasan metastatic disertai penyulit infeksi, sumbatan jalan nafas, atau pasien penyakit paru terminal disertai komplikasi penyakit akut berat. Pengelolaan pasien ini hanya untuk mengatasi kegawatan akutnya saja.

Kriteria keluar ICU

            Prioritas pasien dipindahkan dari ICU berdasarkan pertimbangan medis dokter ICU dan tim medis yang merawat pasien.


Malas Cuci Tangan?? Siap-Siap Terkena Penyakit Berbahaya!!! Malas Cuci Tangan?? Siap-Siap Terkena Penyakit Berbahaya!!!

Apakah anda memiliki kebiasaan yang baik untuk selalu mencuci tangan sebelum makan? Jangan abaikan betapa pentingnya cuci tangan. Hanya dengan melakukan kebiasaan sederhana ini kita bisa melindungi diri dan terhindar dari berbagai penularan penyakit akibat kuman, bakteri dan virus.


Sumber penyakit memang tidak terlihat oleh mata secara langsung dan bisa berasal dari mana saja. Tangan merupakan media penghantar utama penularan penyakit, karena tangan sering melakukan kontak

LUPUS LUPUS

Penderita Lupus di Indonesia berdasarkan data YLI (Yayasan Lupus Indonesia) terdapat sekitar 10.114 odapus (Orang Dengan Lupus) dengan rentang umur antara 15-45 tahun, 90% di antaranya adalah perempuan muda dan 10% sisanya di derita oleh laki-laki dan anak-anak.


 


DEFINISI


Penyakit Lupus adalah peradangan kronis yang terjadi ketika sistem imun tubuh menyerang organ dan jaringan tubuh. Peradangan yang disebabkan oleh lupus dapat

Kenali Demam Berdarah Kenali Demam Berdarah

Demam berdarah atau DBD adalah penyakit yang membuat penderitanya mengalami rasa nyeri yang luar biasa, seolah-olah terasa sakit hingga ke tulang. DBD disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Diperkirakan bahwa ada seratus juta kasus demam berdarah yang terjadi pada tiap tahunnya di seluruh dunia. Sebagian diantaranya mewabah secara tiba-tiba dan menjangkiti ribuan orang dalam waktu singkat.


Penderita penyakit DBD

Waspada Kanker Serviks Waspada Kanker Serviks

Data Globocan tahun 2012 menunjukkan ada 26 wanita di Indonesia yang meninggal setiap harinya karena kanker serviks. Ini artinya, setiap 1 jam, setidaknya seorang wanita meninggal karena kanker yang disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV).


Ya, kanker serviks memang merupakan jenis kanker yang paling banyak diderita wanita di Indonesia. Di Asia Tenggara, Indonesia menempati urutan pertama sebagai negara dengan jumlah kasus kanker

DIFTERI DIFTERI

Definisi : 

Difteri menyerang selaput lendir pada hidung serta tenggorokan dan terkadang dapat memengaruhi kulit. Penyakit ini sangat menular dan termasuk infeksi serius yang dapat mengancam jiwa jika tidak segera ditangani. DIFTERI Disebabkan oleh dua jenis bakteri Corynebacterium diphtheriae dan Corynebacterium ulcerans

Masa inkubasi (saat

Kontak

RSUD Gunung Jati CirebonJl. Kesambi No.56 Cirebon

Tentang Kami

Jujur, berani, profesional adalah pola sikap, pola pikir dan pola tindak yang harus diterapkan dalam menjalankan tugas dan pekerjaan. Jujur dalam menjalankan tugas dan pekerjaan, tidak ditumpangi oleh kepentingan-kepentingan pribadi atau golongan. Berani mengatakan yang sebenarnya dengan bijaksana dan tegas menegakkan aturan. Profesional sesuai dengan standar dan kode etik profesi masing-masing tenaga kesehatan.

Temukan Kami