Call Center 0231 206330
Etika Seorang Pegawai
Etika Seorang Pegawai

1. Bekerja dengan maksimal dan profesionalisme

Inilah petunjuk Islam yang mulia. Nabi Muhammad SAW bersabda : “Sesungguhnya Allah SWT menyukaiorang-orang yang bekerja dengan profesional” (HR. Abu Ya’la : 4386, Ash. Sholihah : 1113), maka dari itu bekerjalah sesuai tupoksi/tugas pokok masing-masing dan bertanggungjawab dalam menjalankannya.

 2. Manfaakanlah waktu dengan baik

Waktu adlah amanah yang harus ditunaikan dengan baik agar tidak menyesal di kemudian hari. Nabi Muhammad SAW bersabda : “Ada dua nikmat yang kebanyakan manusia tertipu karenanya, yakni sehat dan waktu luang (HR. Bukhori : 6412), gunakanlah waktu sebaik mungkin untuk hal-hal yang positif dan bermanfaat dalam kehidupan ini.

3. Bersungguh-sungguh dalam bekerja

Semangat beraktivitas adalah hal yang utama dalam pengabdian sebagai seorang pegawai di lingkungan kerjanya. Hal ini telah Nabi Muhammad SAW ajarkan dalam do’anya : “Ya Allah aku nerlindung kepada-Mu dari sifat lemah (dalam mengerjakan kebaikan) dan malas. (HR. Bukhori : 2823 dan Muslim : 2706)

4. Tidak melakukan hal-hal yang di harapkan

Apapun bidang pekerjaanya, seorang pegawai harus menjauhi hal-hal yang di harapkan seperti :

a)   Mengambil harta milik negara/yayasan/majikan tanpa hak

Sabda Nabi Muhammad SAW : janganlah seseorang di antara kalian mengambil sesuatu yang bukan haknya, jika dia melakukan maka kelak pada hari kiamat dia akan menemui Allah SWT dengan memikulnya (HR. Bukhori : 6979 dan Muslim : 1832), dan di antara bentuknya adalah di hadits berikut : “Siapa saja yang kami pekerjakan dan telah kami tetapkan gajinya, maka harta yang dia ambil di luar gajinya adalah ghuhul (tidak halal). (HR. Abu Dawud : 2943, Shahih  At-Targhib Wat-Tahhib : 779)

b)  Tidak bekerja tanpa udzur syar’i/tanpa alasan yang dibenarkan oleh peraturan perusahaan/instansi termasuk bolos kerja, tidak pernah apel pagi dan pulang kerja sebelum waktunya.

c)   Mencari suap

Termasuk di dalamnya juga adalah Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) dan hal tersebut termasuk dosa besar yang pelakunya dikutuk oleh Allah SWT. Nabi Muhammad SAW bersabda : “Semoga Allah mengutuk orang yang memberi harta suap dan yang menerimanya (HR. Ibnu Majah : 2313 & Shahih Ibnu Majah : 1875)

 5. Merasa diawasi Allah SWT ketika bekerja

Meskipun atasan tidak tahu ketika aturannya dilanggar oleh seorang pegawai, tapi Allah SWT Maha segala tahu dan pasti memberi balasan sebagaimana firmannya dalam Al-Qur’an Surat Al Hadid (57) Ayat 4 : “Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan”.

...... Dan penting untuk diingat oleh semua pegawai bahwa hukuman yang ditetapkan Allah SWT itu jauh lebih berat daripada hukuman yang ditetapkan oleh seorang atasan, baik di dunia terlebih lagi di akhirat nanti.

 6. Tidak mengganggu pegawai lain yang sedang bekerjamenunaikan kewajibannya

Sebagian pegawaiada yang suka mengganggu pegawai lainnya yang sedang bekerja, padahal pekerjaannya sendiri belum selesai. Ini termasuk perbuatan yang tidak baik dan tidak dibenarkan oleh ajaran islam. Firman Allah dalam Al-quran surat An-Nahl (16) ayat 76 : “Dan Allah membuat (pula) perumpamaan: dua orang lelaki yang seorang bisu, tidak dapat berbuat sesuatupun dan dia menjadi beban atas penanggungnya, ke mana saja dia disuruh oleh penanggungnya itu, dia tidak dapat mendatangkan suatu kebajikanpun. Samakah orang itu dengan orang yang menyuruh berbuat keadilan, dan dia berada pula di atas jalan yang lurus ?”

.................. Jadilah pegawai RSUD gunung Jati Kota Cirebon yang memiliki jiwa pengabdian yang tinggi dalam melayani masyarakat luas dengan Sepenuh Hati, Jujur, Profesionalisme dan Berani.

Oleh : Ust. Suprapto, S.Ag (Warois RSUD Gunung Jati Kota CIrebon)


Sasaran Keselamatan Pasien Sasaran Keselamatan Pasien

Ada 6 Sasaran Keselamatan Pasien di Rumah Sakit (Acuan : Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 1691 tahun 2011) :


1.Ketepatan Identifikasi Pasien
2.Peningkatan Komunikasi yang Efektif
3.Peningkatan Keamanan Obat yang Perlu Diwaspadai
4.Kepastian Tepat Lokasi, Tepat Prosedur, Tepat Pasien Operasi
5.Pengurangan Resiko Infeksi Terkait Pelayanan Kesehatan
6.Pengurangan Resiko Pasien Jatuh


Sosialisasi Pendaftaran Mandiri Sosialisasi Pendaftaran Mandiri

Salah satu inovasi yang akan segera diluncurkan oleh RSUD Gunung Jati adalah Pendaftaran Mandiri. Dengan Pendaftaran Mandiri ini maka pasien yang akan berobat ke Rumah Sakit tidak perlu lagi mengantri untuk melakukan registrasi di loket pendaftaran. Pasien cukup melakukan reservasi via web yang telah ditentukan. Baik melalui PC, Laptop maupun Smartphone dari rumah atau dari manapun selagi koneksi internet memungkinkan.


Sosialiasi dilakukan secara langsung ke

Hak Pasien Dan Keluarga Hak Pasien Dan Keluarga

RSUD Gunung Jati Bertanggung Jawab untuk Melindungi dan Mengedepankan Hak Pasien dan Keluarga Sesuai UU RI


1.Pasien berhak memperoleh informasi mengenai tata tertib dan peraturan yang berlaku di Rumah Sakit
2.Pasien berhak mendapat informasi tentang hak dan kewajiban pasien
3.Pasien berhak memperoleh layanan yang manusiawi, adil, jujur dan tanpa diskriminasi
4.Pasien berhak memperoleh layanan kesehatan yang bermutu sesuai dengan standar peofesi dan standar

Etika Seorang Pegawai Etika Seorang Pegawai

1. Bekerja dengan maksimal dan profesionalisme


Inilah petunjuk Islam yang mulia. Nabi Muhammad SAW bersabda : “Sesungguhnya Allah SWT menyukaiorang-orang yang bekerja dengan profesional” (HR. Abu Ya’la : 4386, Ash. Sholihah : 1113), maka dari itu bekerjalah sesuai tupoksi/tugas pokok masing-masing dan bertanggungjawab dalam menjalankannya.


  • Suharyanto
  • dibaca | 1677
  • Peresmian Gedung  Rawat Inap Kelas 3 Peresmian Gedung Rawat Inap Kelas 3

    Gubernur Jawa Barat H. Ahmad Heryawan, Lc meresmikan Gedung Rawat Inap Kelas III (Gakin) RSUD Gunung Jati Kota Cirebon. Dirinya sangat memberikan apresiasi managemen RSUD Gunung Jati yang telah berhasil membangun gedung bagi masyarakat kurang mampu, meski merupakan gedung rawat inap kelas III, tapi suasana ruangan sangat nyaman. Gubernur yang akrab disapa Aher itu menilai kamar di gedung gakin RSUD Gunung Jati seperti ruangan VVIP rumah sakit pada umumnya.

    Kontak

    RSD Gunung Jati CirebonJl. Kesambi No.56 Cirebon

    Tentang Kami

    Jujur, berani, profesional adalah pola sikap, pola pikir dan pola tindak yang harus diterapkan dalam menjalankan tugas dan pekerjaan. Jujur dalam menjalankan tugas dan pekerjaan, tidak ditumpangi oleh kepentingan-kepentingan pribadi atau golongan. Berani mengatakan yang sebenarnya dengan bijaksana dan tegas menegakkan aturan. Profesional sesuai dengan standar dan kode etik profesi masing-masing tenaga kesehatan.

    Temukan Kami