Call Center 0231 206330
DIFTERI
DIFTERI

Definisi : 

Difteri menyerang selaput lendir pada hidung serta tenggorokan dan terkadang dapat memengaruhi kulit. Penyakit ini sangat menular dan termasuk infeksi serius yang dapat mengancam jiwa jika tidak segera ditangani. DIFTERI Disebabkan oleh dua jenis bakteri Corynebacterium diphtheriae dan Corynebacterium ulcerans

Masa inkubasi (saat bakteri masuk ke tubuh sampai gejala muncul) penyakit ini umumnya dua hingga lima hari.

Gejala :

  • Terbentuknya membran abu-abu yang menutupi tenggorokan dan amandel.
  • Demam dan menggigil.
  • Sakit tenggorokan dan suara serak.
  • Sulit bernapas atau napas yang cepat.
  • Pembengkakan kelenjar limfa pada leher.
  • Lemas dan lelah.
  • Hidung beringus. Awalnya cair, tapi lama-kelamaan menjadi kental dan terkadang berdarah.

Difteri juga terkadang dapat menyerang kulit dan menyebabkan bisul. Bisul-bisul tersebut akan sembuh dalam beberapa bulan, tapi biasanya akan meninggalkan bekas pada kulit. Segera periksakan diri ke dokter jika Anda atau anak Anda menunjukkan gejala-gejala di atas. Penyakit ini harus diobati secepatnya untuk mencegah komplikasi.

Penularan :

•Melalui udara saat seorang penderita bersin atau batuk.
•Barang-barang yang sudah terkontaminasi oleh bakteri, misalnya mainan atau handuk.
•Sentuhan langsung pada bisul akibat difteri di kulit penderita. Penularan ini umumnya terjadi pada penderita yang tinggal di lingkungan yang padat penduduk dan kebersihannya tidak terjaga.
•Kontak langsung dengan hewan-hewan yang sudah terinfeksi, misalnya sapi.
•Meminum susu yang belum melalui proses pasteurisasi atau sterilisasi.
•Makanan yang terbuat dari susu yang belum melalui proses pasteurisasi atau sterilisasi.

Pencegahan :

1. Immunisasi dasar lengkap pada saat ( DPT-HB 3 kali, berselang 4 minggu sejak usia 2 bulan
2. Immunisasi DT pada anak SD/MI kelas 1
3. Immunisasi TD pada anak SD/MI kelas 2 dan 3
4. Vaksinasi ini dapat diberikan kembali pada saat anak memasuki masa remaja atau tepatnya saat berusia 11-18 tahun untuk memaksimalisasi keefektifannya.
5. Hindari kontak langsung dengan penderita difteri tanpa menggunakan alat pelindung diri
6. Cuci tangan yang benar
7. Pakailah masker kesehatan dengan cara yang benar
8. Membersihan diri ,lingkungan rumah dan halaman
9. Agar tubuh tidak mudah sakit, makan makanan bergizi dan berolah raga rutin
10. Tidak batuk dan bersin di sembarang tempat (jika batuk dan bersin tutupi dengan tissue atau gunakan lengan)

Pengobatan :

Jika terindikasi gejala sakit tenggorokan disertai pembentukan membran abu-abu maka
• Dianjurkan untuk menjalani perawatan dalam ruang isolasi
• Diambil sampel dari lendir, tenggorokan, hidung atau bisul untuk diperiksa di laboratorium
• Pengobatan dengan menggunakan dua jenis obat yaitu antibiotik dan antitoksin
• Jika penderita mengalami kesulitan bernafas maka perlu dilakukan pengangkatan membran
• Penderita difteri dengan bisul pada kulit dianjurkan untuk membersihkan bisul dengan sabun dan air secara seksama
• Selain penderita, orang-orang yang berada didekatnya disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter, karena penyakit ini SANGAT MUDAH MENULAR

Komplikasi :

Pengobatan difteri HARUS SEGERA DILAKUKAN untuk mencegah penyebaran sekaligus komplikasi secara serius terutama pada anak-anak .
Diperkirakan hampir satu dari lima penderita difteri balita dan berusia di atas 40 tahun yang meninggal dunia diakibatkan oleh komplikasi.
Jika tidak diobati dengan cepat dan tepat, toksin dari bakteri difteri dapat memicu beberapa komplikasi yang berpotensi mengancam jiwa. Beberapa di antaranya meliputi

• Masalah pernapasan.
Inflamasi pada paru-paru sehingga fungsinya akan menurun secara drastis dan menyebabkan gagal napas.
• Kerusakan jantung.
Inflamasi otot jantung atau miokarditis. Komplikasi ini dapat menyebabkan masalah, seperti detak jantung yang tidak teratur, gagal jantung dan kematian mendadak.
• Kerusakan saraf. Toksin dapat menyebabkan penderita mengalami masalah sulit menelan, masalah saluran kemih, paralisis atau kelumpuhan pada diafragma, serta pembengkakan saraf tangan dan kaki.
• Difteri Hipertoksik akan memicu perdarahan yang parah dan gagal ginjal, sebagian besar komplikasi ini disebabkan oleh bakteri Corynaebacterium Diphtheriae.


Malas Cuci Tangan?? Siap-Siap Terkena Penyakit Berbahaya!!! Malas Cuci Tangan?? Siap-Siap Terkena Penyakit Berbahaya!!!

Apakah anda memiliki kebiasaan yang baik untuk selalu mencuci tangan sebelum makan? Jangan abaikan betapa pentingnya cuci tangan. Hanya dengan melakukan kebiasaan sederhana ini kita bisa melindungi diri dan terhindar dari berbagai penularan penyakit akibat kuman, bakteri dan virus.


Sumber penyakit memang tidak terlihat oleh mata secara langsung dan bisa berasal dari mana saja. Tangan merupakan media penghantar utama penularan penyakit, karena tangan sering melakukan kontak

Waspada Diare Pada Anak ! Waspada Diare Pada Anak !

Diare merupakan salah satu masalah kesehatan terbesar masyarakat Indonesia. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan RI pada tahun 2007, diare menduduki peringkat ke-13 penyebab kematian semua umur dengan proporsi sebesar 3,5 persen. Sedangkan berdasarkan kategori penyakit menular, diare menduduki urutan ke-3 penyebab kematian setelah Pneumonia dan TBC. Dari data tersebut, golongan usia yang paling banyak mengalami diare adalah balita dengan

Say No To Drug Say No To Drug

Bahaya Narkoba sudah menjadi momok yang menakutkan di masyarakat. Berbagai kampanye anti narkoba dan penanggulangan terhadap orang-orang yang ingin sembuh dari ketergantungan narkoba semakin banyak didengung-dengungkan.  Sebab, penyalahgunaan narkoba bisa membahayakan bagi keluarga, masyarakat, dan masa depan bangsa.


Menurut WHO (1982) Narkoba adalah semua zat padat, cair maupun gas yang dimasukan kedalam tubuh yang dapat merubah fungsi dan struktur tubuh secara fisik

Indikasi Masuk Dan Keluar ICU Indikasi Masuk Dan Keluar ICU

ICU diharapkan mampu menggabungkan tehnologi tinggi dan keahlian khusus dalam bidang kedokteran dan keperawatan gawat darurat. Pelayanan ICU diperuntukan dan ditentukan oleh kebutuhan pasien yang sakit kritis. Tujuan dari pelayanan adalah memberikan pelayanan medik tertitrasi dan berkelanjutan serta mencegah fragmentasi pengelolaan.


Pasien sakit kritis meliputi :



  1. Pasien-pasien yang secara fisiologis tidak stabil dan
DIFTERI DIFTERI

Definisi : 

Difteri menyerang selaput lendir pada hidung serta tenggorokan dan terkadang dapat memengaruhi kulit. Penyakit ini sangat menular dan termasuk infeksi serius yang dapat mengancam jiwa jika tidak segera ditangani. DIFTERI Disebabkan oleh dua jenis bakteri Corynebacterium diphtheriae dan Corynebacterium ulcerans

Masa inkubasi (saat

Kontak

RSUD Gunung Jati CirebonJl. Kesambi No.56 Cirebon

Tentang Kami

Jujur, berani, profesional adalah pola sikap, pola pikir dan pola tindak yang harus diterapkan dalam menjalankan tugas dan pekerjaan. Jujur dalam menjalankan tugas dan pekerjaan, tidak ditumpangi oleh kepentingan-kepentingan pribadi atau golongan. Berani mengatakan yang sebenarnya dengan bijaksana dan tegas menegakkan aturan. Profesional sesuai dengan standar dan kode etik profesi masing-masing tenaga kesehatan.

Temukan Kami