Call Center 0231 206330
DATA INDIKATOR MUTU WAJIB NASIONAL RSD GUNUNG JATI KOTA CIREBON TAHUN 2019
DATA INDIKATOR MUTU WAJIB NASIONAL  RSD GUNUNG JATI KOTA CIREBON TAHUN 2019

 

  1. 1.     Kepatuhan Identifikasi Pasien tahun 2019

 

 

 

Analisis :

Indikator mutu Kepatuhan Identifikasi Pasien menggambarkan terlaksananya proses identifikasi agar menjamin keselamatan pasien. Dari grafik tersebut terlihat bahwa capaian RSD Gunung Jati rata-rata adalah 94,84.Angka ini masih belum sesuai dengan standar yaitu 100%. Namun jika dibandingkan dengan capaian RSUD Margono maka RSD Gunung Jati masih lebih baik, dan dibanding dengan RSUD Waled maka capaian RSD Gunung Jati masih lebih baik. Capaian RSUD Margono 89,24, sedangkan RSUD Waled capaiannya 92,10.

 

  1. 2.     Emergency Respon Time (Waktu Tanggap Pelayanan Gawat Darurat ≤ 5 menit)

 

Analisis :

Indikator mutu Emergency Response Time memberikan gambaran kualitas terhadap waktu yang dibutuhkan mulai pasien dilakukan Triage di IGD sampai mendapat pelayanan dokter. Triage adalah usaha pemilahan pasien sebelum ditangani berdasarkan tingkat kegawatdaruratan/trauma/penyakit dengan mempertimbangkan prioritas penanganan dan sumber daya yang ada. Berdasarkan grafik tersebut, hasil capaian belum sesuai dengan standar. Capaian RSD GunungJati 86%, masih dibawah capaian RSUD Waled 100% dan RSUD Margono 92%. Banyak faktor yang menyebabkan belum tercapainya respon time pelayanan dokter. Salah satunya adalah belum tersedianya dokter spesialis jaga on site dan jumlah tenaga dokter umum yang bertugas jaga tidak sebanding dengan jumlah pasien, terutama pada jam-jam tertentu.

 

  1. 3.     Waktu Tunggu Rawat Jalan

 

Analisis :

Indikator mutu Waktu Tunggu Rawat Jalan memberikan gambaran kualitas terhadap rata-rata waktu yang diperlukan mulai dari pasien yang sudah terdaftar tiba di poliklinik sampai dilayani dokter. Berdasarkan grafik di atas maka capaian RSD Gunung Jati masih jauh dibawah standar, dengan capaian rata-rata sebesar 107 menit (standar 60 menit), capaian ini tidak sebaik capaian RSD Margono  (77 menit) dan RSUD Waled (72 menit). Penyebab waktu tunggu rawat jalan yang lama antara lain : 1) RSD Gunung Jati belum menerapkan system pendaftaran on line; 2) system racer status rekammedismasihbelumberjalandenganbaik; 3) RekamMedikkadang-kadang masih belum dikembalikan berkasnya dari klinik sebelumnya; 4) Rekam Medik masih ada di ruangan rawat inap karena belum lengkap; 5) Rekam medik masih ada di bagian verifikasi. Lima halter sebut menyebabkan pada saat dokter spesialis akan memeriksa pasien, status rekam medik masih belum ada di meja periksa dokter sehingga antrian pasien harus ditunda sampai berkas RM ditemukan.

 

  1. 4.     Kepatuhan Jam Visite Dokter Spesialis

 

Analisis :

Indikator mutu Kepatuhan Jam Visite Dokter memberikan gambaran kualitas terhadap ketepatan waktu DPJP dalam melakukan visite pada pasien rawat inap. Berdasarkan grafik di atas, hasil capaian RSD Gunung Jati sudah sesuai standar yaitu 88,87%, capaian ini lebih rendah sedikit dibanding capaian RSUD Margono (89,76%) dan lebih baik dibanding capaian RSUD Waled (53,97%).

 

  1. 5.     Penundaan Operasi

 

Analisis :

Indikator mutu Penundaan Operasi Elektif bertujuan untuk menilai kecepatan pelayanan bedah dan ketepatan penjadwalan operasi. Capaian RSD Gunung Jati masih belum mencapai standar yaitu sebesar 6,3% (standar = 5%), namun jika dibandingkan dengan capaian RSUD Margono capaian RSD Gunung Jati masih lebih baik, capaian RSUD Margono 9,50%. Sedangkan dibandingkan dengan capaian RSUD Waled, maka RSD Waled lebih baik karena sudah mencapai standar 5%.

 

  1. 6.      Waktu Lapor Hasil Tes Kritis Laboratorium

 

Analisis :

Indikator mutu Waktu Lapor Hasil Test Kritis Laboratorium memberikan gambaran kualitas terhadap lamanya waktu yang diperlukan petugas untuk melaporkan hasil kritis laboratorium kepada DPJP. Hal ini bertujuan untuk memantau ketepatan waktu petugas untuk melaporkan hasil serta berpengaruh terhadap keselamatan pasien. Berdasarkan grafik di atas, capaian indikator mutu Waktu Lapor Hasil Tes Kritis Laboratorium belum sesuai standar, capaian RSD Gunung Jati rata-rata 84,02. Jika dibandingkan dengan capaian rumah sakit lain maka capaian RSD Gunung Jati (84,02%) > RSUD Waled (80%) > RSUD Margono (59,91%). Pencapaian ini didukung oleh Laboratory Information System (LIS) yang memiliki fitur tertentu sehingga nilai kritis harus ditelpon terlebih dahulu sebelum dapat dikeluarkan hasilnya.

 

  1. 7.     Kepatuhan Penggunaan Formularium Nasional Bagi RS Provider BPJS

Analisis :

Kepatuhan penggunaan Formularium Nasional (Fornas) adalah kesesuaian penulisan resep oleh DPJP dengan Formularium Nasional untuk Pasien JKN. Berdasarkan grafik diatas

 

  1. 8.     Kepatuhan Cuci Tangan

 

Analisis :

Indikator mutu Kepatuhan Cuci Tangan memberikan gambaran kualitas dalam mengetahui ketaatan petugas dalam melakukan prosedur cuci tangan dengan menggunakan metode enam langkah dan lima momen. Berdasarkan grafik di atas, hasil capaian belum sesuai standar.

 

  1. 9.     Kepatuhan Upaya Pencegahan Risiko Jatuh

Analisis :

 Indikator mutu Kepatuhan Upaya Pencegahan Risiko Cedera Akibat Pasien Jatuh pada Pasien Rawat Inap memberikan gambaran kualitas dalam terselenggaranya pelayanan keperawatan yang aman dan efektif bagi pasien dalam upaya mencapai pemenuhan sasaran keselamatan pasien. Berdasarkan grafik di atas, hasil capaian belum sesuai standar.

 

  1. 10.     Kepatuhan Terhadap Clinical Pathway

 

Analisis:

Indikator mutu Kepatuhan terhadap Clinical Pathway memberikan gambaran kualitas dalam proses pengisian Clinical Pathway yang merupakan standarisasi dari proses asuhan klinis, mengurangi risiko proses asuhan klinis, mengurangi adanya variasi asuhan klinis dan memberikan asuhan klinis yang tepat waktu serta penggunaan sumber daya yang efisien dan konsisten. Berdasarkan grafik di atas, capaian indikator mutu Kepatuhan terhadap Clinical Pathway sudah baik. Sesuai profil indikator, terdapat lima buah Clinical Pathway SMF Kandungan yang dinilai kepatuhannya.

 

  1. 11.  Kecepatan Respon Terhadap Komplain

 

 

Analisis :

Kecepatan respon terhadap komplain adalah kecepatan Rumah Sakit dalam menanggapi komplain baik tertulis, lisan atau melalui media masa yang sudah diidentifikasi tingkat risiko dan dampak risiko dengan penetapan grading/dampak risiko, dan dibuktikan dengan data dan tindaklanjut atas respon time komplain sesuai dengan kategorisasi/dampak risiko. Berdasarkan grafik di atas, hasil capaian belum sesuai standar. Hal ini disebabkan belum terlaporkannya komplain kepada tim komplain.

 

  1. 12.     Kepuasan Pasien

 

Analisis :

Indikator mutu Angka Kepuasan Pasien dan Keluarga Terhadap Pelayanan memberikan gambaran kualitas dalam terselenggaranya pelayanan di semua unit yang mampu memberikan kepuasan pelanggan. Berdasarkan grafik di atas, hasil capaian belum sesuai standar. Pasien dan Keluarga masih mengeluhkan lamanya waktu tunggu di IGD dan Rawat Jalan, fasilitas yang kurang seperti AC tidak dingin, ruang tunggu yang tidak nyaman, air di ruang rawat inap mati, banyak nyamuk, sebagian perawat yang kurang ramah.

 

 

 

Cirebon, 3 Januari 2020

Mengetahui,

DIREKTUR RSD GUNUNG JATI

KOTA CIREBON

 

 

 

dr. ISMAIL JAMALLUDIN, Sp. OT

Pembina Utama Madya

NIP. 19600614 198902 1 001

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


ANGGOTA DPR RI KOMISI IX TINJAU RSD GUNUNG JATI TERKAIT COVID-19 ANGGOTA DPR RI KOMISI IX TINJAU RSD GUNUNG JATI TERKAIT COVID-19

Dalam masa resesnya, Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetyani mengunjungi RSD Gunung Jati Kota Cirebon (RSGJ), Kamis (5/3) untuk mengetahui kesiapan RSGJ menangani  penyakit yang disebabkan Virus Corona.


Pada kesempatan tersebut, Ibu Netty berdiskusi terkait penanganan virus corona bersama Wakil Direktur Pelayanan Medis dan Keperawatan dr. Maria Listiawaty beserta jajarannya.


  • Humas
  • dibaca | 190
  • Pasien WNA Dalam Pengawasan Akhirnya Dipulangkan Pasien WNA Dalam Pengawasan Akhirnya Dipulangkan

    Setelah menjalani perawatan sekitar 8 hari, akhirnya pasien WNA (Ny. XC, 25 tahun) asal Cina yang menjalani perawatan di Ruang Isolasi akhirnya dipulangkan. Pemulangan pasien tersebut dilakukan setelah hasil pemeriksaan laboratorium terhadap Virus Corona (nCov 219) dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan menunjukkan hasil negatif. Selanjutnya pasien tersebut 

    RSD GUNUNG JATI SIAP TERIMA PASIEN COVID-19 RSD GUNUNG JATI SIAP TERIMA PASIEN COVID-19

    RSD Gunung Jati sudah siap menerima pasien terkonfirmasi positif COVID-19, walaupun belum menerima pasien suspect virus corona. Kesiapan tim medis hingga persediaan alat kesehatan sudah di persiapkan. RSD Gunung Jati juga menjadi rumah sakit rujukan wilayah timur Jawa Barat setelah kasus pasien pertama yang diduga terjangkit virus corona di indonesia.


    Kesiapan RSD Gunung Jati dalam menangani pasien suspect virus

    Kontak

    RSD Gunung Jati CirebonJl. Kesambi No.56 Cirebon

    Tentang Kami

    Jujur, berani, profesional adalah pola sikap, pola pikir dan pola tindak yang harus diterapkan dalam menjalankan tugas dan pekerjaan. Jujur dalam menjalankan tugas dan pekerjaan, tidak ditumpangi oleh kepentingan-kepentingan pribadi atau golongan. Berani mengatakan yang sebenarnya dengan bijaksana dan tegas menegakkan aturan. Profesional sesuai dengan standar dan kode etik profesi masing-masing tenaga kesehatan.

    Temukan Kami